Opini Peristiwa

Peluang dan Tantangan atas Konsep Metodologi Penelitian Hadis dari Klasik hingga Kontemporer

Avatar
  • May 21, 2024
  • 3 min read
  • 20 Views
Peluang dan Tantangan atas Konsep Metodologi Penelitian Hadis dari Klasik hingga Kontemporer

Kini kajian hadis menjadi kajian yang menarik dan holistik. Hadis bukan hanya dikaji dari sisi pemaknaan dan penafsiran, namun keberadaannya sudah menarik sistem algoritma media sosial sehingga kemudian banyak ditemukan konten hadis yang bertebaran. Hal ini tidak terlepas dari pergeseran paradigma yang telah terjadi, di mana seseorang lebih cenderung memanfaatkan media digital untuk mengeksplorasi diri dengan keilmuan yang dimiliki dari pada mengembangkan keilmuan secara nyata. Fenomena ini menghasilkan beberapa dampak baik yang berdampak positif maupun negatif. Termasuk dampak positif di dalamnya adalah melebarnya cakupan hadis dan metodologi penelitian yang lebih berkembang. Hal ini kemudian direspon oleh Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan membentuk forum diskusi interaktif yang dihadiri langsung oleh Guru Besar Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. H. Idri. M.Ag.

Diskusi interaktif atau lebih terkenal dengan Dauroh Al Hadis merupakan salah satu program unggulan HMPS Ilmu Hadis tahun ini. Dauroh Al Hadis merupakan seminar dengan mengangkat isu yang holistik untuk dibahas secara kompleks dan melembaga. Tema besar yang diangkat pada acara seminar ini adalah Tantangan dan Peluang atas Konsep Metodologi Penelitian Hadis dari Klasik hingga Kontemporer. Acara dimulai pada pukul 13.00 di aula Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tulungagung. Dengan didatangi 150 lebih audiens yang bukan hanya mahasiswa ilmu hadis, acara ini berjalan dengan khidmat dan penuh dialektika. Bagaimana tidak banyak Mahasiswa non hadis seperti Prodi Hukum Tata Negara, Psikologi, Sosiologi Agama, dan Bimbingan Konseling yang hadir pada saat itu sehingga memancing kecenderungan dialektika. Dialektika tercipta atas otoritas pemaknaan dan penafsiran hadis yang kemudian dikomparasikan dengan keilmuan lain seperti hukum, psikologi, dan bimbingan konseling.

Latar belakang adanya program Dauroh Al Hadis ini sebagaimana dikatakan Ahmad misbakhul amin yang berlagak pidato sebagai perwakilan Pengurus HMPS adalah kompleksitas problem dan kebutuhan akademik. Menurutnya hadis sangat tidak relevan apabila hanya dikaji dari sisi pemaknaan dan otoritas penafsiran yang kemudian berimplikasi pada hukum. Lebih lanjut ia katakan hadis akan lebih indah, menarik dan seksi lagi ketika dikolaborasikan dengan pendekatan keilmuan lain sebagaimana reinterpretasi pada konsep multidisipliner dan transdisipliner. Selain itu menurutnya kompleksitas problem yang sekarang tengah terjadi telah menuntut banyak adanya perubahan dalam metode kajian hadis demi nilai kebaharuan dan novelti tertentu. Maka harapan dari Pengurus HMPS dengan terlaksananya acara ini adalah untuk melihat dan memasuki ruang kajian hadis yang selama ini belum begitu berkembang.

Acara berjalan dengan kondusif dan aktif bahkan Prof. Idri pun memberikan komentar dengan mengatakan “UIN SATU memang luar biasa”. Ada tujuh audiens yang memberikan pertanyaan namun karena terbatasnya waktu pemateri hanya menjawab tiga dari tujuh pertanyaan tersebut. Ketiganya dibahas dengan asyik dan menarik bahkan sempat terjadi beberapa diskusi yang alot. Fenomena seperti ini biasa terjadi di forum seminar maupun dialog interaktif, karena memang hal yang dicari adalah dialektika. Harapannya acara seperti ini terus ditradisikan sebagai respon keilmuan yang terus berkembang.

Avatar
About Author

Ahmad Misbakhul Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *