Blog

UIN SATU Raih Rating Silver STARS, Jadi Satu-Satunya Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Rating Aktif

  • October 3, 2026
  • 5 min read
  • 4 Views
UIN SATU Raih Rating Silver STARS, Jadi Satu-Satunya Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Rating Aktif

Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung berhasil meraih rating Silver dalam pemeringkatan internasional Sustainability Tracking, Assessment & Rating System (STARS) yang diselenggarakan oleh Association for the Advancement of Sustainability in Higher Education (AASHE). Pencapaian ini menjadikan UIN SATU sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang tercatat memiliki rating STARS aktif. Sertifikat rating tersebut diterbitkan pada 1 Oktober 2026 dan berlaku sampai dengan 1 Oktober 2029.

UIN SATU mengajukan laporan STARS pada 3 Agustus 2026 dengan menggunakan versi 3.0. Mengacu pada laporan yang dipublikasikan melalui laman resmi STARS, UIN SATU berhasil meraih skor 52,88 dan memperoleh kategori Silver.

STARS merupakan kerangka pelaporan mandiri (self-reporting) yang mengedepankan transparansi untuk mengukur kinerja keberlanjutan di perguruan tinggi. Sistem ini dikembangkan agar dapat digunakan oleh berbagai jenis institusi pendidikan tinggi, mulai dari community college hingga universitas riset. Melalui mekanisme pengumpulan poin, institusi dapat memperoleh rating Bronze, Silver, Gold, Platinum, atau status STARS Reporter.

Dengan menerapkan seperangkat indikator yang sama, STARS memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk membandingkan capaian keberlanjutan antarinstitusi maupun dari waktu ke waktu. Sistem ini juga menjadi sarana untuk mendorong peningkatan kinerja keberlanjutan secara berkelanjutan.

Penilaian STARS terbagi dalam lima kategori utama, yaitu Academics (akademik, kurikulum, dan penelitian), Engagement (keterlibatan kampus dan masyarakat), Operations (operasional kampus, termasuk pengelolaan air, energi, limbah, dan transportasi), Planning & Administration (perencanaan, tata kelola, dan kesejahteraan), serta Innovation & Leadership (inovasi dan kepemimpinan).

Berdasarkan laman partisipan STARS, terdapat 390 institusi di seluruh dunia yang saat ini memiliki rating STARS aktif. Dari jumlah tersebut, UIN SATU tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia.

Laporan STARS UIN SATU memperlihatkan capaian di sejumlah bidang, khususnya kategori Academics yang memiliki porsi penilaian cukup besar dalam sistem pemeringkatan tersebut. Hasil ini menggambarkan integrasi isu keberlanjutan dalam aktivitas akademik, penelitian, dan proses pembelajaran di lingkungan kampus.

Dalam kategori Operations (OP), salah satu praktik yang menjadi bagian dari penilaian adalah pengelolaan air dan lingkungan melalui penerapan program biopori di UIN SATU. Adapun kategori Engagement (EN) mencakup partisipasi sivitas akademika dalam penelitian serta berbagai program dan kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan, termasuk kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya, kategori Planning & Administration (PA) menilai perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan wellbeing sivitas akademika. Sementara itu, kategori Innovation & Leadership (IL) mengakomodasi berbagai inisiatif dan program inovatif yang dikembangkan UIN SATU dalam mendukung penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Penanggung Jawab (PiC) Pemeringkatan AASHE STARS UIN SATU, Nafahatin Nur, S.IIP., menjelaskan bahwa partisipasi UIN SATU dalam STARS bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus merefleksikan praktik keberlanjutan kampus dengan menggunakan standar yang lebih terukur.

Menurut Nafahatin, capaian tersebut dapat membantu universitas mengenali berbagai praktik yang telah dilaksanakan dan sesuai dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus memetakan bidang-bidang yang masih membutuhkan penguatan.

“Keikutsertaan UIN SATU dalam STARS bukan semata untuk memperoleh rating, tetapi lebih sebagai upaya mengukur dan merefleksikan praktik sustainability di lingkungan kampus UIN SATU Tulungagung melalui standar yang lebih terukur. Capaian ini membantu UIN SATU melihat praktik-praktik yang telah berjalan dan relevan dengan prinsip sustainability, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat,” ujar Nafahatin.

Ketua Tim Pemeringkatan UIN SATU, Arman Marwing, M.A., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam STARS merupakan pengalaman pemeringkatan internasional kedua bagi UIN SATU setelah UI GreenMetric.

Ia menuturkan bahwa pencapaian sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki rating STARS aktif menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi institusi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas keberlanjutan kampus.

Arman juga mengungkapkan bahwa UIN SATU berencana mengikuti sejumlah pemeringkatan lainnya, di antaranya QS World University Rankings (QS WUR), Times Higher Education (THE), dan Halal Metrics.

“Menjadi satu-satunya dari Indonesia tentu membanggakan, tetapi bagi kami ini lebih sebagai pijakan. Dari STARS kita belajar standar global dan mengetahui aspek yang sudah kuat maupun yang masih perlu dibenahi, sehingga langkah kita pada pemeringkatan berikutnya, termasuk QS WUR, THE, dan Halal Metrics bisa lebih terarah,” tutur Arman.

Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan universitas memperoleh rating Silver STARS. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi UIN SATU untuk terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan kampus yang berkelanjutan.

Rektor juga menjelaskan bahwa tidak semua indikator dalam STARS sepenuhnya sesuai dengan karakteristik dan konteks perguruan tinggi di Indonesia. Meski demikian, indikator yang relevan tetap dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk mengembangkan kampus yang semakin berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai ekoteologi.

“Alhamdulillah, UIN SATU menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dengan rating STARS. Meskipun tidak seluruh indikator STARS sepenuhnya merepresentasikan konteks perguruan tinggi di Indonesia, namun indikator yang masih relevan dapat menjadi catatan dan acuan untuk memperkuat komitmen UIN SATU Tulungagung dalam membangun kampus yang semakin sustainable, selaras dengan semangat ekoteologi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Aziz mengajak seluruh sivitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam memperkuat berbagai upaya keberlanjutan agar capaian yang telah diraih dapat ditingkatkan pada periode pelaporan berikutnya.

“Keberlanjutan kampus adalah tanggung jawab bersama. Semoga rating Silver ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkontribusi, baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengelolaan lingkungan kampus,” ajak Prof. Aziz.

About Author

Redaktur